Hijriah

Langgan Feeds

Bacaan Al-Quran
























Hadith Muslim

Info Islam



BULAN Safar adalah bulan kedua mengikut perkiraan kalendar Islam yang berdasarkan tahun Qamariah (perkiraan bulan mengelilingi bumi). Safar ertinya kosong. Dinamakan Safar kerana dalam bulan ini orang-orang Arab sering meninggalkan rumah mereka menjadi kosong kerana melakukan serangan dan menuntut pembalasan ke atas musuh-musuh mereka. Antara peristiwa-peristiwa penting yang berlaku dalam sejarah Islam pada bulan ini ialah Peperangan Al-Abwa pada tahun kedua Hijrah, Peperangan Zi-Amin, tahun ketiga Hijrah dan Peperangan Ar-Raji (Bi'ru Ma'unah) pada tahun keempat Hijrah.








Hadith Corner


BERPAKAIAN TETAPI BERTELANJANG


Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. Bersabda: “Ada dua macam penduduk neraka yang keduanya belum kelihatan olehku. (1) Kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi, yang dipergunakan untuk memukul orang. (2) Wanita-wanita berpakaian, tetapi sama juga dengan bertelanjang (kerana pakaiannya terlalu minim, terlalu nipis atau tembus pandang, terlalu ketat, atau pakaian yang merangsang lelaki kerana bahagian auratnya terbuka), dan wanita-wanita yang mudah dirayu atau suka merayu, rambut mereka (disasak) bagaikan punuk unta. Wanita-wanita tersebut tidak dapat masuk syurga, bahkan tidak dapat mencium bau syurga. Padahal bau syurga dapat tercium dari jarak yang sangat jauh.”



(HADIS RIWAYAT MUSLIM)



Topik-Topik Agama

Topik-Topik Agama

Video Kartun Islam

Video Kartun Islam

Pautan Lain

Rabu, 5 November 2008

Hikmah: Salat Berjamaah Republika

Hikmah: Salat Berjamaah Republika

www.weluvislam.com

by: Naim Syukri

Abu Mas'ud r.a., sahabat Nabi saw, menyampaikan sebuah kisah. Suatu ketika, saat hendak shalat berjamaah, Nabi menyentuh setiap bahu kami sambil bersabda: "Luruskan shafmu, jangan bengkok-bengkok. Shaf yang bengkok akan menyebabkan hatimu terpecah-belah." (HR Muslim).

Hadis tersebut mengandung makna yang sangat patut kita renungkan. Ternyata ada hubungan yang erat antara keadaan shaf umat Islam ketika salat berjamaah dengan keadaan hati mereka. Padahal, hati itulah yang menentukan rasa persaudaraan, persatuan, dan kesatuan umat. Bahkan Alquran menyatakan bila hati bercerai-berai, kendatipun di luar tampak ada persatuan, itu hanya persatuan semu. "Kamu kira mereka itu bersatu, padahal hati mereka bercerai-berai," firman Allah swt dalam surat Al-Hasyr: 14. Tapi, di antara sekian banyak pembicaraan mengenai persatuan umat Islam dewasa ini, hampir-hampir tidak pernah kita temukan ulasan atau analisis yang menghubungkannya dengan shaf salat.

Padahal, jika ketidaksempurnaan shaf shalat saja bisa mengakibatkan hati umat Islam terpecah-belah, tentu akan lebih besar lagi pengaruhnya jika salat jamaah itu sendiri memang tidak ditegakkan oleh umat Islam. Dari sejarah Nabi kita tahu bahwa sejak salat wajib lima waktu diperintahkan Allah, beliau selalu mengerjakannya secara berjamaah.

Bahkan dalam keadaan genting sekalipun, misalnya perang, saalat jamaah tetap ditegakkan. Untuk itu, beliau telah mengajarkan tata-caranya. Salat jamaah juga tetap dipelihara oleh para sahabat sesudah beliau wafat. Bagaimana keadaan umat Islam kini, khususnya kita, umat Islam di Indonesia yang jumlahnya terbesar dibandingkan negara lain? Jawaban pertanyaan tersebut dapat kita lihat di masjid-masjid setiap waktu salat.

Masjid hanya penuh dengan jamaah ketika salat Jumat, salat tarwih, dan salat Ied. Saat salat lima waktu, masjid yang biasanya penuh hanya terisi dua tiga shaf. Terutama saat salat subuh. Mungkin ada yang berkata, salat sendirian juga sah. Perbedaan antara salat jamaah dan salat sendirian hanya pada pahala. Memang itu benar menurut fiqih.

Tapi, salat tidak hanya urusan fiqih belaka. Buktinya, Nabi sendiri menghubungkan shaf dengan masalah sosial kemasyarakatan. Alhasil, ketika kita sering prihatin karena mudah dipecah-belah dan diadu domba, salah-satu sumbernya memang mungkin kita sendiri, di masjid. Tepatnya ketika kita tak lagi menegakkan salat jamaah, seperti dicontohkan Nabi.

Tapi, untuk itu kita masih merasa punya dalih. Tuntutan jam kerja era modern membuat kita harus sibuk. Jawaban untuk dalih ini adalah sebuah pertanyaan: Adakah yang melebihi kesibukan dan kegentingan perang? Padahal, pada saat seperti itu, Nabi tetap salat jamaah?

Sumber :Oleh Fuad Rumi

Petikan asal daripada: Klik Sini

1 komen:

itminaan90 berkata...

Assalamualaikum...
Izinkan sy komen sedikit,ape yang sy rase dan faham ye?
Memang sudah nyata kebenaran article ni,umat Islam (lelaki) culas untuk solat di masjid kerana alasan2 yang dinyatakan.Kalau yang ade pun golongan yang dah berumur.Tapi yang muda2( collee and uni students) memang la susah nak nampak.
RAMAI sangat pemuda2 Islam yang meringankan soal jemaah ni.Sedih,sebagai seorang Hawa,sedikit payah untuk sy mengutarakan/berkongsi risau dengan kaum Adam.
Tapi sy harap sangat orang lelaki yang ade kesedaran supaya da'wah sahabat2 yang lain.Mulakan dengan yang terdekat...then seterusnya...Semoga Allah tingkatkan kekuatan Iman ummat Nabi SAW.

RADIO IKIM.FM

| |

Pengikut

RUANG BERKATA-KATA

JOIN MY COMMUNITY

Join My Community at MyBloglog!

PENGUNJUNG SEMASA

Laman Istimewa

Ingin memuat turun file-file islamik. Dan lain-lain.. Hanya di www.pemudabistari.blogspot.com/

LAMAN PEMBELAJARAN

LAMAN PEMBELAJARAN

Money Convert

Islamic Tube